Pertemuan Percepatan Pencapaian Target MDGs

Oleh : pada 18 March 2013
menkes_edited

Menteri Kesehatan RI
dr. Nafsiah Mboi, SpA, MPH

Jakarta, 14 – 16 Maret 2013 bertempat di hotel Millenium telah dilaksanakan Pertemuan Percepatan Pencapaian Target MDGs yang dihadiri oleh perwakilan dari 12 Provinsi yang mempunyai daya ungkit besar terhadap pencapaian target MDGs. Provinsi tersebut adalah  : Sumatera Utara,  Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi selatan, Papua, Papua Barat, dan NTT. Selain perwakilan dari provinsi, hadir pula para pejabat esselon 1 di lingkup kementerian kesehatan RI, Bappenas, BKKBN. Pertemuan yang dibuka oleh Menteri Kesehatan RI dr. Nafsiah Mboi, SpA, MPH ini diharapkan memperoleh rencana aksi pelaksanaan dalam pencapaian target MDGs berdasarkan hasil pemetaan masalah yang ada di setiap tingkat baik lintas program maupun lintas sektor terkait.

Dalam pidatonya, Menteri Kesehatan RI memaparkan empat indikator yang memerlukan kerja keras dalam pencapaiannya yaitu :

  1. Indikator peningkatan umur harapan hidup yang pada tahun 2012 mencapai 71,1 tahun dari target tahun 2014 yaitu 72 tahun
  2. Indikator peningkatan persentase cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan yang pada tahun 2012 mencapai 88,64% dari target tahun 2014 sebesar 90 %
  3. Indikator prevalensi pengidap HIV (persentase penduduk 15 tahun ke atas yang memiliki pengetahuan HIV dan AIDS) yang pada tahun 2012 mencapai 79,5% dari target tahun 2014 sebesar 90%
  4. Indikator persentase penduduk yang memiliki Jaminan Kesehatan yang pada tahun 2012 mencapai 64,58% dari target tahun 2014 sebesar 80,10%

Sedangkan lima indikator yang sulit tercapai adalah :

  1. Indikator penurunan angka kematian ibu melahirkan per 100.000 kelahiran hidup yang pada tahun 2012 mencapai 228 per 100.000 kelahiran hidup dari target tahun 2014 sebesar 118 per 100.000 kelahiran hidup
  2. Indikator penurunan angka kematian bayi per 1000 kelahiran hidup yang pada tahun 2012 mencapai 32 per 1000 kelahiran hidup dari target tahun 2014 sebesar 24 per 1000 kelahiran hidup
  3. Indikator penurunan Total Fertility Rate yang pada tahun 2012 mencapai 2,6 dari target tahun 2014 sebesar 2,1
  4. Indikator peningkatan persentase jangkauan akses sumber air bersih yang pada tahun 2012 mencapai 42,76% dari target tahun 2014 sebesar 68%
  5. Indikator penurunan kasus malaria (annual parasite index – API) yang pada tahun 2012 mencapai 1,69 dari target tahun 2014 sebesar 1

 

DSC_1413Setelah acara pembukaan oleh dr. Nafsiah Mboi, SpA, MPH , acara dilanjutkan dengan paparan dari masing-masing unit utama di Kementerian Kesehatan yaitu dari Bina Upaya kesehatan, Binfar, Litbangkes, PPPL, PPSDM,  paparan khusus tentang pemanfaatan data Rifaskes . Selain paparan dari unit utama di kemenkes, dalam pertemuan ini dipaparkan pula kebijakan-kebijakan dari unit lain yaitu BKKBN dan Bappenas.

Setelah sesi paparan berakhir, acara  dilanjutkan dengan diskusi kelompok provinsi untuk menyusun langkah strategis yang akan ditempuh dalam rangka percepatan pencapaian target MDGs di provinsi masing-masing. Hasil dari diskusi tersebut selanjutnya di paparkan oleh masing-masing perwakilan dari provinsi untuk mendapatkan tanggapan dan masukan dari unit utama yang ada di Kementerian Kesehatan.

gabungan 2

Output pertemuan ini adalah tersusunnya matrik analisis masalah dan rencana tindak lanjut tahun 2014 di 12 provinsi, rencana aksi serta best practise dari dari masing-masing provinsi. Rangkaian kegiatan ditutup oleh Sekretaris Jenderal  Kementerian Kesehatan RIdr. Supriyantoro, Sp.P, MARS.

 


Kategori :
Kata kunci : ,

4 tanggapan pada “Pertemuan Percepatan Pencapaian Target MDGs

  • onat

    Sayang nya sy nggak ikut… Kan ada permsalahan konsumsi Energi yg masih jauh dari target. Makanya baik-baik dong kerja samanya dengan BPS (Susenas 2011 dan SDKI 2012). Bagi-2 dong datanya, apalagi buat provinsi yg nggak punya Badan Ketahanan Pangan daerah… jangan kaget berita gizi buruk di mass media ya..hidup Kesmas

  • AHMADUNAL

    banyak program depkes yang belum mengena untuk khalayah ramai disatu sisi menkes sepertinya lebih memperhatiakn target yang harus tercapai tanpa memperhatikan renumerasi untuk tenaga kesehatan.
    banyak isu yang beredar yang mungkin saja berisi kebenaran bahwa dana BOK, Jamkesmas, dilapangan kena sunat.coba buat tim independen harus yang waskat dalam arti kata lita minimalisir kemungkinan pemegang program BOK di kabupaten kota sama sama sepakat dengan yang memeriksa.

  • AHMADUNAL

    untuk meminimalisir AKI.AKB,Gizi buruk dilapangan tentu ada jurus pamungkas yaitu
    1.distribusi yang sebenarnya dari Bidan didesa harus merata jangan terkonsentrasi pada satu tempat
    2.renumerasi atas jasa medis sehingga asumsi bahwa hanya 70 % bidan didesa benar benar tinggal didesa menjadi 100% bidan didesa tinggal didesa
    3.sarana dan prassarana infrastruktur jalan kedaerah terpencil harus diperhatikan
    4.laporan yang masuk harus memiliki verifikator sehingga data tersebut dijamin keabsahannya
    5.reward and punishment
    6.perdalam ESQ para pemegang kondali sehingga jatah kebawah tidak diberikan keatas
    7.waskat= jangan ada kejadian yang diawasi dan yang mengawasi sama sama sepakat

  • LASI"IN

    apabila semua kegiatan diawali dengan hati nurani yang baik, dalam jangka waktu yg tidak lama pasti akan mengahasilkan kinerja yg baik pula (akan tercapainya tujuan dengan baik pula)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Pencarian

Aplikasi

BOK

Dokumentasi Kegiatan

Link to Dokumentasi KegiatanLink to Dokumentasi KegiatanLink to Dokumentasi KegiatanLink to Dokumentasi KegiatanLink to Dokumentasi KegiatanLink to Dokumentasi KegiatanLink to Dokumentasi KegiatanLink to Dokumentasi KegiatanLink to Dokumentasi KegiatanLink to Dokumentasi Kegiatan

Referensi

Jumlah Pengunjung

Ganti ke versi mobile