Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif dan Komplementer

TOT Pemanfaatan TOGA Untuk Asuhan Mandiri

Oleh : pada 16 May 2014

Pelatihan diikuti 11 Provinsi dan mencakup materi sebanyak 59 JPL yang salah satunya adalah Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pemanfaaatan TOGA Untuk Asuhan Mandiri.

Baca selengkapnya →

Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif dan Komplementer Tahun 2013

Oleh : pada 02 May 2014

Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif dan Komplementer telah menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2013

Baca selengkapnya →

Pengembangan Taman Wisata Kesehatan Jamu (WKJ)

Oleh : pada 17 April 2014

Taman Wisata Kesehatan Jamu (WKJ) bertujuan untuk mengangkat Kesehatan Tradisional khususnya Jamu sebagai potensi dalam menyehatkan masyarakat dan meningkatkan PAD kabupaten Tegal.

Baca selengkapnya →

Seminar Hasil Penelitian Sentra P3T 28 Provinsi di Indonesia

Oleh : pada 18 December 2013

Pada tahun 2013 sejumlah 20 Sentra P3T melakukan Penelitian dan 8 Sentra P3T melakukan infentarisasi pelayanan kesehatan tradisional yang sedang berkembang dan yang menjadi local wisdom

Baca selengkapnya →

Pertemuan Koordinasi Direktorat Bina Yankes Tradkom 2013

Oleh : pada 18 December 2013

Pertemuan untuk menyususn, merumuskan dan menetapkan satu rencana strategis dan prioritas program pelayanan kesehatan tradisional di tahun 2014.

Baca selengkapnya →

Kurikulum Kesehatan Tradisional Pada Pendidikan Dokter

Oleh : pada 17 December 2013
Wamen mengawali penandatangan Delegasi didampingin Direktur Bina Yankes Tradkom

Wamen mengawali penandatanganan Deklarasi Padang

 Pendidikan merupakan salah satu faktor penting yang berperan dalam mewujudkan penyelenggaraan pelayanan kesehatan termasuk penyelenggaraan pelayanan kesehatan tradisional yang aman, efektif dan bermutu. Baca selengkapnya →

Pelatihan Akupunktur dan Herbal

Oleh : pada 16 November 2013
Direktur Bina Yankestradkom tengah berfoto bersama peserta dan panitia pada pembukaan “Peningkatan Kapasitas Dokter Rumah Sakit Dalam Pelayanan Obat Herbal” di Hotel Aston Marina Ancol Jakarta.

Direktur Bina Yankestradkom tengah berfoto bersama peserta dan panitia pada pembukaan “Peningkatan Kapasitas Dokter Rumah Sakit Dalam Pelayanan Obat Herbal” di Hotel Aston Marina Ancol Jakarta.

Pada tanggal 16 Oktober – 4 November 2013 Direktorat Bina Yankestradkom Kementerian Kesehatan menyelenggarakan pelatihan Peningkatan Kapasitas Dokter Rumah Sakit Dalam Pelayanan Akupunktur Medikdi Hotel Ibis Senen Jakarta. Pelatihan ini terakreditasi oleh IDI dan Badan PPSDM dengan melibatkan pengajar dari Perhimpunan Dokter Spesialis Akupunktur Medik Indonesia (PDAI). Total SKP yang diperoleh ialah 30 dengan rincian, 20 SKP bagi peserta, 4 SKP bagi pengajar dan 1 SKP bagi panitia.Dalam pelatihan ini, Kemenkes mengundang 25 dokter dari 25 RS Pemerntah yang tersebar di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.

Dalam sesi BLC, suasana mulai cair dan peserta salingmengenal serta membuat komitmen belajar bersama.

Dalam sesi BLC, suasana mulai cair dan peserta saling
mengenal serta membuat komitmen belajar bersama.

Berselang sebulan kemudian, diselenggarakan pula Pelatihan “Peningkatan Kapasitas Dokter Rumah Sakit Dalam Pelayanan Obat Herbal” pada tanggal 3 – 7 Desember 2013 di Hotel Aston Marina Ancol Jakarta. Kali ini, ada 30 dokter dari 30 RS Pemerintah yang berpartisipasi di dalam pelatihan tersebut. Pada pelatihan herbal, Kemenkes memperoleh akreditasi IDI dan BPPSDM dengan Total SKP 29 yang terdiri dari 12 SKP bagi peserta, 12 SKP bagi pengajar, 3 SKP bagi moderator dan 2 SKP bagi panitia. (Tradkkom,LAPGAM2013)

JARINGAN INFORMASI DAN DOKUMENTASI SENTRA P3T

Oleh : pada 24 October 2013

aragar-bagusKeberadaan Jaringan Informasi dan Dokumentasi Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional (Sentra P3T) di era globalisasi dan reformasi yang menyajikan beragam informasi pelayanan kesehatan tradisional yang aman dan bermanfaat, sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Masyarakat menghendaki adanya keterbukaan dan kebebasan untuk memperoleh informasi, sehingga pemerintah harus mampu memberikan pelayanan yang terbaik, cepat, tepat, akurat dan tidak berbelit-belit, sehingga masyarakat terpenuhi kebutuhannya dan tidak merasa dipersulit.

Peran teknologi informasi sangat  menentukan  sekali dalam pemenuhan kebutuhan informasi publik, sehingga  pelayanan informasi dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien melalui pemanfaatan teknologi informasi berupa jaringan/network mengenai  dokumentasi dan informasi pelayanan kesehatan tradisional.

Untuk  keseragaman informasi pelayanan kesehatan tradisional antara Kementerian Kesehatan, Provinsi dan Kabupaten/Kota, diperlukan suatu jaringan informasi yang terintegrasi sehingga dapat memberikan layanan yang optimal bagi masyarakat. Dengan adanya jaringan yang terintegrasi diharapkan daerah dapat mengupload semua kebijakan dan peraturan dari pemerintah pusat. Begitu juga daerah melalui wadah Sentra P3T dapat memberikan informasi pelayanan kesehatan tradisional yang merupakan local wisdom ataupun pelayanan  kesehatan tradisional yang sedang berkembang di masyarakat.

Jaringan Informasi dan Dokumentasi Sentra P3T adalah wadah  pendayagunaan bersama atas informasi dan dokumen pelayanan kesehatan tradisional secara tertib, terpadu, dan berkesinambungan, serta merupakan sarana pemberian pelayanan informasi kesehatan tradisional secara lengkap, akurat, mudah dan cepat.

Adapun tujuan dari JID Sentra P3T ini adalah :

  1. Menjamin terciptanya      pengelolaan informasi dan dokumentasi pelayanan kesehatan tradisional yang   terpadu dan terintegrasi antara jejaring kesehatan tradisional.
  2. Menjamin ketersediaan informasi   dan dokumentasi pelayanan kesehatan tradisional yang lengkap dan akurat,  serta dapat diakses secara cepat dan mudah;
  3. Mengembangkan kerjasama yang efektif antar jejaring Lintas Program dan Lintas Sektor dalam penyediaan  informasi dan dokumentasi pelayanan kesehatan tradisional; dan
  4. Meningkatkan kualitas pelayanan  kesehatan tradisional sebagai salah satu wujud ketatapemerintahan yang   baik, transparan, efektif, efisien dan bertanggungjawab.

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) mulai berlaku efektif pada tanggal 30 April 2010. Undang-undang tersebut mewajibkan kepada badan publik untuk menyediakan, memberikan dan atau menerbitkan informasi publik yang berada di bawah kewenangannya kepada pemohon informasi publik, selain informasi yang dikecualikan sesuai dengan ketentuan. Informasi publik yang disediakan oleh badan publik harus merupakan informasi yang akurat, benar dan tidak menyesatkan. Masyarakat menghendaki tersedianya bahan informasi dan dokumentasi kesehatan tradisional yang lengkap dan dapat diakses secara mudah, cepat, tepat dan akurat melalui media online atau media lainnya.

Untuk melaksanakan kewajiban tersebut, Kementerian Kesehatan bersama dengan Sentra P3T akan membangun sistem informasi dan dokumentasi untuk mengelola informasi pelayanan kesehatan tradisional secara baik dan efisien sehingga dapat diakses dengan mudah.

Dengan melihat situasi yang berkembang saat ini, perlu disusun pedoman jaringan informasi dan dokumentasi pelayanan kesehatan tradisional yang dapat digunakan sebagai acuan untuk pengelolaan informasi dan dokumentasi pengobatan tradisional dalam rangka peningkatan mutu pelayanan, pengembangan, dan pemanfaatan pengobatan tradisional dalam sistem pelayanan kesehatan. Untuk itu Direktorat Bina Yankes Tradkom melaksanakan pertemuan penyusunan Pedoman JID Sentra P3T pada tanggal 24-26 Oktober yang lalu.

Plh Direktur Bina Yankes Tradkom Dr. dr. Aragar Putri dalam sambutannya menyampaikan bahwa sampai saat ini, data, informasi dan dokumentasi pengobatan tradisional belum tertata secara sistematis, sehingga belum memberi kemudahan akses kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Mekanisme informasi dan kaitannya dengan berbagai informasi yang ada belum terorganisir, masih terpencar-pencar .

Dr.dr.Aragar juga menegaskan bahwa untuk mengelola informasi dan dokumentasi pelayanan kesehatan tradisional yang lengkap, akurat, mudah, dan cepat yang tersebar di berbagai instansi pemerintah dan institusi lainnya, perlu dibangun kerja sama dalam suatu jaringan dokumentasi dan informasi pelayanan kesehatan tradisional, alternatif dan komplementer yang terpadu dan terintegrasi.

Penyebarluasan dan peningkatan pemanfaatan pengobatan tradisional yang aman dan bermanfaat serta untuk kepentingan pembinaan pengobatan tradisional memerlukan Sistem Informasi Managemen Kesehatan  Tradisional, Alternatif Komplementer yang pelaksanaannya dapat melalui Jaringan Informasi dan Dokumentasi (JID) Sentra P3T secara lintas program dan lintas sektor dengan mendayagunakan Sentra P3T sebagai simpul utama.

Akhir pertemuan, Dr.dr.Aragar Putri menjelaskan, informasi dan dokumentasi yang tertata dan terselenggara dengan baik dalam suatu jaringan nasional merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam penyelenggaraan tata pemerintahan yang baik, bersih dan bertanggung jawab untuk memenuhi tuntutan masyarakat atas informasi dan dokumen pelayanan kesehatan tradisional, alternatif dan komplementer yang dibutuhkan.

40 Hektar untuk Health Tourism

Oleh : pada 20 May 2013

40lahanIndonesia kaya akan tanaman obat herbal. Pengembangan obat herbal di negeri ini semakin pesat seiring dengan dirancangnya payung hukum bagi penggunaannya di fasilitas pelayanan kesehatan.  Saat ini tengah disusun Pedoman Pelayanan Medik dengan Menggunakan Obat Herbal di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes)  dan Pedoman Integrasi Pelayanan Alternatif-Komplementer di Fasyankes. Kini, beberapa fasilitas pelayanan kesehatan mulai menunjukkan keseriusan untuk mengembangkan pelayanan tersebut di unit masing-masing, salah satunya sebuah rumah sakit jiwa di Kota Magelang. Baca selengkapnya →

Kesepakatan Hasil Koordinasi Teknis Pusat dan Daerah Terintegrasi Program Kesehatan Kerja dan Olahraga dengan Program Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif dan Komplementer Tahun 2013

Oleh : pada 29 April 2013

Sesuai dengan harapan Dirjen Bina Gizi dan KIA akan penting dan perlunya menyelenggarakan kegiatan nasional yang terintegrasi khususnya di lingkungan Ditjen Bina Gizi dan KIA sehingga dapat terjalin komunikasi dan sharing terkait pelaksanaan kegiatan program Kesjaor dan Yankestradkom, dapat mengintergrasikan kegiatan kedua program tersebut di lapangan (masyarakat) serta untuk efisiensi penggunaan anggaran.

Baca selengkapnya →

Pencarian

Aplikasi

BOK

Dokumentasi Kegiatan

Link to Dokumentasi KegiatanLink to Dokumentasi KegiatanLink to Dokumentasi KegiatanLink to Dokumentasi KegiatanLink to Dokumentasi KegiatanLink to Dokumentasi KegiatanLink to Dokumentasi KegiatanLink to Dokumentasi KegiatanLink to Dokumentasi KegiatanLink to Dokumentasi Kegiatan

Referensi

Jumlah Pengunjung

Ganti ke versi mobile