Direktorat Bina Kesehatan Anak

Pernas Percepatan Pencapaian MDG 4 Tahun 2014

Oleh : pada 04 June 2014

Pertemuan ini juga bertujuan untuk memperbaharui komitmen lintas program di Pusat dan Provinsi dalam upaya akselerasi pencapaian MDG 4.

Baca selengkapnya →

Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Bina Kesehatan Anak Tahun 2013

Oleh : pada 29 April 2014

LAKIP 2013 merupakan sarana untuk mengkomunikasikan hasil kegiatan yang telah dilakukan oleh Direktorat Bina Kesehatan Anak sesuai dengan tugas pokok dan fungsi institusi selama tahun 2013

Baca selengkapnya →

Sosialisasi Undang-Undang No.5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara Di Lingkungan Direktorat Bina Kesehatan Anak

Oleh : pada 17 April 2014

Pelaksanaan sosialisasi UU ASN di lingkungan Direktorat Bina Kesehatan Anak

Baca selengkapnya →

MTBS dan ICATT

Oleh : pada 17 December 2013

Kementerian Kesehatan bersama WHO telah mengembangkan suatu software inovatif untuk mempelajari MTBS dengan komputer secara mandiri

Baca selengkapnya →

Dirjen Bina Gizi dan KIA Mendorong Penguatan Pengetahuan Kesehatan di Tingkat Keluarga dan Masyarakat

Oleh : pada 08 March 2013

Sambutan Pak DJPeningkatan kualitas pelayanan kesehatan dasar harus diimbangi dengan penguatan di tingkat keluarga dan masyarakat terkait pengetahuan dan keterampilan perawatan untuk kesehatan ibu dan anak, deteksi dini faktor resiko serta care seeking behaviour, pola pencaharian pertolongan kesehatan, hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Bina Gizi dan KIA melalui sambutannya dalam pembukaan Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Baca selengkapnya →

Diseminasi Program Kesehatan Anak di Tingkat Rumah Sakit

Oleh : pada 01 October 2012

Program kesehatan anak baik upaya peningkatan kelangsungan hidup maupun peningkatan kualitas hidup sejauh ini telah diimplementasikan secara nasional di tingkat puskesmas.  Upaya peningkatan kelangsungan hidup anak yang telah dikembangkan antara lain peningkatan kualitas pelayanan kesehatan melalui pedoman pelayanan neonatal esensial, manajemen Asfiksia, manajemen Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), manajemen terpadu balita sakit (MTBS), pelayanan obstetric neonatal emergensi dasar (PONED), serta Buku KIA yang ditujukan untuk menggerakkan ibu hamil dan ibu balita.

Upaya peningkatan kualitas hidup dan perlindungan kesehatan anak antara lain skrining bayi baru lahir, deteksi dini tumbuh kembang anak (SDIDTK), upaya kesehatan sekolah (UKS), penjaringan kesehatan siswa kelas 1 SD/SMP/SMA/sederajat, pengembangan puskesmas peduli remaja, puskesmas mampu tatalaksana kasus kekerasan terhadap anak. Baca selengkapnya →

“Stimulasi Perkembangan Anak Melalui Permainan”

Oleh : pada 13 July 2012

 

 

Hari Anak Nasional (HAN) ditetapkan pada tanggal 23 Juli sesuai dengan Keputusan Presiden RI Nomor 44 tahun 1984, sebagai bukti dukungan upaya pemenuhan hak anak yang peringatannya dilaksanakan setiap tahun. Dalam Kerangka acuan Dasawarsa Anak Indonesia 2007-2017, tema sentral HAN tahun 2012 adalah “Bersatu Mewujudkan Indonesia Ramah Anak” dengan subtema ”Saya Anak Indonesia Beriman, Jujur, Cerdas, Sehat, Berahlak Mulia dan Berprestasi”

Sebagai wujud partisipasi Kementerian Kesehatan RI menyelenggarakan rangkaian peringatan Hari Anak Nasional tahun 2012 melalui berbagai kegiatan seminar yang salah satunya pada hari kamis tanggal 12 Juli 2012 yaitu Seminar Sehari “Stimulasi Perkembangan Anak Melalui Permainan” yang dilaksanakan di Auditorium Siwabessy Kemkes RI.

Mengapa seminar judulnya seperti diatas?……………….karena dalam 10 tahun terakhir, permainan elektronik atau yang kita sering sebut dengan game offline maupun game online marak berkembang dengan pesatnya. Berbagai tema permainan yang ditawarkan, yang membuat anak dan juga orang tua tertarik.  Secara tidak disadari, kebiasaan bermain game offline/online ini menimbulkan kelelahan mata dan kelelahan fisik yang dapat juga mempengaruhi kehidupan sosial dan terkadang mempengaruhi kejiwaan. Pengaruh game offline/online dapat meningkatkan kadar emosi dan agresivitas anak sehingga anak cenderung sulit mengendalikan emosi yang masih labil, mereka akan sulit untuk mengendalikan amarah dan cenderung akan mudah putus asa jika mereka mengalami kegagalan. Selain itu juga berdampak pada kesehatan karena membuat anak kurang bergerak sehingga rentan terhadap kegemukan dan penyakit kronis.

Peserta seminar yang hadir meliputi para pejabat eselon 1 dan 2 di lingkungan Kemkes atau yang mewakili, pejabat lintas sektor terkait kesehatan anak, perwakilan dari organisasi profesi, perwakilan dari lembaga mitra, pengelola program kesehatan anak wilayah DKI, dan Dharma Wanita Kemkes.

Setelah para peserta seminar hadir sesuai jadwal yang ditetapkan, maka seminar yang di MC oleh Ayu Diah Pasha (seorang artis wanita yang kita kenal sering main di sinetron salah satu tv swasta nasional) memulai acara dengan penampilan oleh Glen menyanyikan lagu “Tanah Airku” dan “Rayuan Pulau Kelapa” oleh Hinsa.

Selanjutnya laporan dari panitia penyelenggara  disampaikan oleh dr. Hj. Eni Gustina, MPH (Kasubdit Bina Kelangsungan Hidup Anak Balita dan Prasekolah Direktorat Bina Kesehatan Anak) dan sambutan Ketua Dharma Wanita Persatuan Unit Kementerian Kesehatan.

Pada seminar hari pertama ini, dr. Nafsiah Mboi, Sp. A, MPH selaku Menkes RI berhalangan hadir untuk membuka acara sehingga diwakili oleh dr. Kirana Pritasari, MQIH (Direktur Bina Kesehatan Anak).

Berikutnya paparan oleh para narasumber yang dilanjutkan dengan diskusi. Narasumber pertama adalah Dr. dr. Kusnandi Rusmil, Sp. A(K), MM adalah pakar tumbuh kembang dari Unit Kerja Koordinasi Tumbuh Kembang Ikatan Dokter Anak Indonesia dengan judul “Mewujudkan Optimalisasi Tumbuh Kembang” dan kemudian dilanjutkan oleh Dr. dr. Tjhin Wiguna, Sp. KJ(K) adalah psikiatri anak dari Divisi Psikiatri Anak dan Remaja Departemen Ilmu Kesehatan Jiwa FK UI/RSCM dengan judul“Optimalisasi Kecerdasan Anak Melalui Bermain”, sedangkan sebagai moderatornya adalah A. Kasandra Putranto (psikolog)

Berikut beberapa hal penting yang dapat disimpulkan dari seminar ini antara lain……..

Bagi anak-anak, bermain bukan hanya sebuah kesenangan, tapi juga merupakan kebutuhan penting bagi mereka. Lewat bermain, anak-anak mengasah bakat yang terpendam serta menambah pengetahuan mereka tentang lingkungan sekitarnya. Permainan yang mendidik (edukatif) untuk anak-anak sebenarnya tidak perlu mahal, tidak harus selalu dikaitkan dengan barang-barang elektronik seperti: komputer, video game, atau mainan yang menggunakan remote control, orang tua dapat memanfaatkan bahan-bahan yang ada disekitar untuk menciptakan permainan edukatif ini.

Dalam masa pertumbuhan anak, yang dibutuhkan adalah bermain dan sekaligus belajar, karena permainan anak diarahkan untuk meningkatkan kecerdasan, membentuk fisik, melatih sosialisasi dan membentuk kepribadian. Mainan anak dapat menstimulus dan mengembangkan aspek kognitif, psikologis dan sosial emosional, meliputi ; sensorik, motorik halus, pemahaman bahasa, dan sosial emosi.

Perhatian pada masa anak usia dini sangat penting mengingat pada masa ini adalah Golden Period atau masa emas, window opportunity atau jendela kesempatan namun juga critical period atau masa kritis, artinya plastisitas otak anak pada masa ini mempunyai sisi positif dan sisi negatif. Sisi positif otak pada masa ini lebih terbuka untuk proses pembelajaran dan pengkayaan, namun sisi negatifnya lebih peka terhadap lingkungan utamanya lingkungan yang tidak mendukung seperti asupan gizi yang tidak adekuat, tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai, kurang stimulasi serta lingkungan sekitar yang tidak kondusif juga akan berakibat negatif pada perkembangan psikologis anak.

Untuk memaksimalkan potensi anak perlu pengetahuan dan kesadaran dari keluarga dan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan anak akan gizi, upaya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan stimulasi pertumbuhan dan perkembangan. Kesiapan orang tua untuk memenuhi kebutuhan anak akan pendidikan juga tidak kalah penting. Oleh karenanya perlu peran dari semua pihak tanpa kecuali untuk mempersiapkan orang tua tidak hanya siap dari usia, mental, materi, namun tidak kalah pentingnya menyadari dan melaksanakan arti aktualisasi dari orang tua.

Kebutuhan anak akan stimulasi perkembangan dan kelainan pertumbuhan perkembangan semakin marak dibicarakan, mengingat semakin banyak kasus yang ditemukan dan menyangkut semua golongan. Namun kerapkali kita dihadapkan pada kasus-kasus yang sudah terlambat bahkan sangat terlambat, yang tentunya berdampak negatif terhadap masa depan anak, beban bagi orang tua dan juga hilangnya potensi tenaga kerja dimasa yang akan datang. Perlu dipahami bahwa semakin dini terdeteksi dan intervensi yang dilakukan pada banyak kasus gangguan pertumbuhan perkembangan hasilnya akan semakin maksimal.

Stimulasi adalah kegiatan merangsang kemampuan dasar anak umur 0 – 6 tahun agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal. Setiap anak perlu mendapat stimulasi rutin sedini mungkin dan terus menerus pada setiap kesempatan. Stimulasi tumbuh kembang anak dapat dilakukan oleh ibu, ayah, pengganti orang tua/pengasuh anak, anggota keluarga lain atau kelompok masyarakat di lingkungan rumah tangga dan dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk melaksanakan stimulasi diperlukan alat permainan edukatif sesuai dengan tahapan usia anak. Saat  ini banyak permainan yang ada di sekitar anak yang belum tentu mendukung stimulasi anak bahkan mungkin justru menghambat perkembangan anak. Berkaitan dengan hal tersebut perlu kiranya untuk meningkatkan pengetahuan dan peran aktif orang tua,  keluarga dan masyarakat akan perlunya stimulasi perkembangan anak melalui permainan serta memilih permainan yang mendukung perkembangan anak.

Salah satu upaya terkait dengan stimulasi pertumbuhan dan perkembangan, Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan profesi & stakeholder melaksanakan pelayanan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) Anak di tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar. Program ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini pada Pertumbuhan dan Perkembangan seperti kelambatan perkembangan, gangguan daya lihat dan daya dengar, Gangguan mental emosional, Autisme, Hiperaktivitas dan gangguan pemusatan perhatian.

Setelah selesai paparan, para narasumber memberikan beberapa pertanyaan kepada peserta seminar  yang juga menguji apakah peserta seminar menyimak apa yang disampaikan dan memberikan hadiah bagi yang mampu menjawab dengan benar. Para narasumber juga mendapatkan plakat penghargaan dari panitia sebagai tanda terimakasih atas upaya meningkatkan pengetahuan keluarga dan masyarakat akan perlunya stimulasi perkembangan anak melalui permainan dan meningkatkan peran aktif orang tua, pengasuh dan anggota keluarga serta masyarakat dalam memilih permainan anak yang berpengaruh positif bagi  perkembangan anak.

Akhirnya seminar ditutup dengan hiburan lagu “Laskar Pelangi” dari 3 kakak beradik dan pembagian doorprize bagi yang beruntung serta foto bareng artis (bagi yang narsis foto….)…..selamat Hari Anak Nasional tahun 2012, semoga anak kita kelak mampu berperan optimal dalam kehidupan keluarga, masyarakat dan berbangsa….Amin…..

(drg. R. Edi Setiawan, MKM/Staf Subdit Bina Kelangsungan Hidup Anak Balita dan Prasekolah)

Seminar Dalam Rangka Hari Anak Nasional Tahun 2012

Oleh : pada 10 July 2012

Dalam upaya menjamin pemenuhan hak anak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta terlindungi dari kekerasan dan diskriminasi, telah ditetapkan tanggal 23 Juli sebagai Hari Anak Nasional (HAN) sesuai  keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984. Peringatan HAN dilaksanakan di tingkat nasional dan di tingkat daerah dengan tujuan agar semua lapisan masyarakat menyadari akan pentingnya pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan dan perlindungaan anak Indonesia.

Penyelenggaraan HAN tiap tahunnya dilaksanakan secara koordinatif yang kepanitiaannya dilakukan secara bergantian oleh  9 kementerian dibawah kemeterian Menko Kesejahteraan Rakyat, dan penyelenggaraan HAN tahun 2012 kepanitiaannya di ketuai oleh Kementerian Agama.

Pelaksanaan kegiatan Hari Anak Nasional tahun 2012 mengambil tema “Bersatu Mewujudkan Indonesia Ramah Anak” dan Sub Temanya adalah “Saya Anak Indonesia Beriman, Jujur, Cerdas, Sehat, Berakhlak Mulia dan Berprestasi”

Kementerian Kesehatan dalam rangka memperingati HAN tahun 2012 turut berparitsipasi dan akan melaksanakan 3 (tiga) seminar yang bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui tiga topik dengan sasaran anak balita, remaja dan anak penyandang disabilitas. Baca selengkapnya →

Seminar Dalam Rangka Memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2012

Oleh : pada 09 July 2012

Menkes Hadiri Pertemuan Anak Nasional Tahun 2012 “Stop Kekerasan Pada Anak” Di Mercure, Ancol

Oleh : pada 06 July 2012

 

Hari Anak Nasional (HAN) diperingati setiap tanggal 23 Juli tiap tahunnya sejak tahun 1984 yang ditetapkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984. Pada tahun 2012 koordinator peringatan HAN tingkat nasional adalah Kementerian Agama RI. Kepanitiaannya melibatkan unsur Pemerintah, KPAI, Pemerhati Anak, LSM Peduli Anak, Organisasi Profesi, Lembaga Pendidikan, Lembaga Keagamaan, Media Massa dan pihak-pihak terkait.

Pelaksanaan kegiatan Hari Anak Nasional tahun 2012 mengambil tema “Bersatu Mewujudkan Indonesia Ramah Anak” dan Sub Temanya adalah “Saya Anak Indonesia Beriman, Jujur, Cerdas, Sehat, Berakhlak Mulia dan Berprestasi”

Dalam Pertemuan Anak Nasional Tahun 2012 kali ini akan dilaksanakan 4 (empat) kegiatan yang dipadu menjadi satu kegiatan utama, yaitu:

1. Rembug Anak Nasional

2. Temu Aspirasi dengan DPR RI

3. Dialog “Anak Bertanya dan Tokoh Menjawab”

4. Ekspresi Anak Indonesia serta hiburan (Rekreasi)

KPAI dalam rangka memperingati HAN tahun 2012 menyelenggarakan Pertemuan Anak Nasional di Hotel Mercure, Jl. Pantai Indah Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara. Salah satu agendanya adalah “Anak Bertanya Tokoh Menjawab” yang dihadiri oleh  Ibu Menteri Kesehatan RI untuk dapat berdialog dengan anak-anak yang membutuhkan perlindungan khusus pada hari Jum’at tanggal 08.30 – 10.00 WIB.

Acara tersebut dihadiri sekitar 150 orang yang terdiri dari anak-anak korban kekerasan terhadap anak dan anak yang berhadapan dengan hukum beserta pendamping dari 33 provinsi serta siswa SDN 01 Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.

Anak-anak berpartisipasi secara aktif terlihat dari semangat dan antusiasme untuk melontarkan pertanyaan, masukan dan bahkan harapan mereka kepada Bu Menkes. Dialog antara Bu Menkes dan anak-anak dari 33 provinsi ini berjalan sangat interaktif dan menarik. Dalam acara ini sesekali Bu Menkes melontarkan candaan dan humor sehingga membuat anak-anak tertawa riang sehingga suasana menjadi lebih hidup dan penuh kegembiraan.

Dalam kesempatan ini, Ibu Menkes RI mengajak kita untuk bersama-sama ikut mendukung program pemerintah dalam memberikan perlindungan bagi anak Indonesia terhadap berbagai bentuk tindak kekerasan yang mengancam hari depan mereka. “STOP Kekerasan Pada Anak”.

 

Semoga kita dapat menciptakan lingkungan yang aman, bersih, tanpa Narkoba dan Kekerasan, agar anak-anak Indonesia masih memperoleh harapan masa depannya yang lebih indah.

Untuk anak-anak Indonesia, Selamat merayakan Hari Anak Nasional tanggal 23 Juli Tahun 2012.

Pencarian

Aplikasi

BOK

Dokumentasi Kegiatan

Link to Dokumentasi KegiatanLink to Dokumentasi KegiatanLink to Dokumentasi KegiatanLink to Dokumentasi KegiatanLink to Dokumentasi KegiatanLink to Dokumentasi KegiatanLink to Dokumentasi KegiatanLink to Dokumentasi KegiatanLink to Dokumentasi KegiatanLink to Dokumentasi Kegiatan

Referensi

Jumlah Pengunjung

Ganti ke versi mobile