PEKAN ASI SEDUNIA 2013

Oleh : pada 22 June 2013

Logo PAS 2013

Deklarasi Innocenti tahun 1990 di Florence Italia mengamanatkan pentingnya mengkampanyekan pentingnya Air Susu Ibu (ASI) sebagai bagian dari upaya “perlindungan, promosi dan dukungan menyusui”. Setiap minggu pertama bulan Agustus setiap tahun dijadikan sebagai “Pekan ASI”, yang dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran semua pihak tentang pentingnya ASI bagi bayi dan diperlukannya dukungan bagi ibu dalam mencapai keberhasilan menyusui bayinya.

Menurut WHO/UNICEF, cara pemberian makan pada bayi yang baik dan benar adalah 1) mulai segera menyusui dalam 1 jam setelah lahir 2) menyusui bayi secara eksklusif sejak lahir sampai dengan umur 6 bulan, mulai umur 6 bulan 3) bayi mendapat Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang bergizi sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembangnya dan 4) meneruskan menyusui anak sampai umur 24 bulan. ASI adalah makanan bayi ciptaan Tuhan sehingga tidak dapat digantikan dengan makanan dan minuman yang lain. ASI merupakan makanan bayi yang terbaik dan setiap bayi berhak mendapatkan ASI, dan untuk mempromosikan pemberian ASI, maka Kementerian Kesehatan telah menerbitkan surat keputusan Menteri Kesehatan nomor: 450/Menkes/SK/IV/2004 tentang Pemberian ASI secara eksklusif pada bayi di Indonesia. Pada tahun 2012 telah terbit Peraturan Pemerintah (PP) nomor 33 tentang Pemberian ASI Eksklusif dan telah diikuti dengan diterbitkannya 2 (dua) Peraturan Menteri Kesehatan yaitu : Permenkes Nomor 15 Tahun 2013 tentang Tata Cara Penyediaan Fasilitas Khusus Menyusui Dan/Atau Memerah Air Susu Ibu dan Permenkes Nomor  39 Tahun 2013 tentang Susu Formula Bayi dan Produk Bayi Lainnya.

Pekan ASI Sedunia (World Breastfeeding Week) diperingati setiap tahun, dan pada tahun 2013 mengangkat tema global “Breastfeeding Support : Close To Mothers”, dengan tema nasional “Dukungan Menyusui : Lebih Dekat Dengan Ibu”. Tema ini menggarisbawahi tentang pentingnya konseling oleh teman sebaya.

Ibu menyusui yang pada awalnya sukses menyusui dapat mengalami kesulitan dan tantangan pada saat beberapa mi

nggu atau beberapa bulan usai persalinan, yang terlihat dari grafik cakupan ASI eksklusif yang mengalami penurunan pada waktu tersebut. Saat dimana ibu tidak mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan adalah saat dimana dukungan dari komunitas sekitarnya sangat diperlukan. Dukungan yang berkelanjutan pada ibu menyusui perlu diberikan dari pihak keluarga khususnya suami, maupun lingkungan yang lebih luas seperti tenaga kesehatan, tenaga konselor menyusui, pemuka masyarakat, atau dari teman sebaya sesama ibu menyusui.

Konseling oleh teman sebaya merupakan upaya yang efektif dalam menjangkau lebih banyak ibu secara lebih intens. Konselor teman sebaya umumnya seseorang yang berasal dari komunitas sekitar ibu yang telah dilatih untuk membantu ibu menyusui. Kunci keberhasilan praktik menyusui adalah melalui dukungan yang terus menerus dan berkelanjutan kepada ibu menyusui baik di rumah dan komunitas sekitarnya.

Dukungan dari pihak tenaga kesehatan diantaranya melalui penerapan 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM) atau Fasilitas Kesehatan Sayang Bayi sangat penting dalam meningkatkan cakupan pemberian ASI. Cakupan pemberian ASI Eksklusif pada bayi 0–6 bulan di Indonesia menunjukkan penurunan dari 61,5 % tahun 2010 menjadi 61,1% pada tahun 2011. C

akupan pemberian ASI Eksklusif pada bayi sampai 6 bulan meningkat dari 33,6 % pada tahun 2010 menjadi 38,5 % pada tahun 2011. Masih rendahnya cakupan pemberian ASI Eksklusif dipengaruhi beberapa hal, terutama masih terbatasnya tenaga konselor menyusui di fasilitas pelayanan kesehatan, belum maksimalnya kegiatan edukasi, advokasi dan kampanye terkait pemberian ASI maupun MP-ASI,  ketersediaan sarana dan prasarana KIE ASI dan MP-ASI serta belum optimalnya pembinaan kelompok pendukung ibu menyusui. Untuk itu dalam rangka mengkampanyekan dukungan terhadap ibu menyusui, pemerintah Indonesia akan melaksanakan serangkaian kegiatan Penyelenggaraan Pekan ASI Sedunia Tahun 2013.

TUJUAN PEKAN ASI SEDUNIA (PAS)

 Tujuan

  1. Untuk menarik perhatian akan pentingnya dukungan teman sebaya dalam membantu ibu sukses dan melanjutkan menyusui
  2. Untuk menginformasikan tentang penting dan efektifnya konseling oleh teman sebaya serta mengintegrasikan upaya perluasan program konseling oleh teman sebaya
  3. Untuk meningkatkan dukungan terhadap ibu menyusui, apapun latar belakang mereka, untuk maju dan dilatih dalam memberi dukungan terhadap ibu dan bayi
  4. Untuk mengidentifikasi kontak lokal yang dapat mendukung ibu menyusui dimana ibu dapat mencari pertolongan setelah melahirkan
  5. Untuk meminta agar pihak pemerintah dan fasilitas pelayanan kesehatan/ ibu bersalin secara aktif mengimplementasikan 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui , terutama Langkah 10 (Mengupayakan terbentuknya Kelompok Pendukung ASI di masyarakat dan merujuk ibu kepada kelompok tersebut ketika pulang dari Rumah Sakit/Rumah Bersalin/Sarana Pelayanan Kesehatan) untuk meningkatkan lama dan cakupan ASI eksklusif

Kategori : Hot News

2 tanggapan pada “PEKAN ASI SEDUNIA 2013

  • mansyurma

    Bagaimana prosedur mendapatkan bantuan makanan tambahan untuk bayi dari pusat untuk daerah kabupaten terimakasih mohon info resmi

  • endah wahyutri

    apa beda cakupan ASI ekslusif 0-6 bulan dengan cakupan ASI 6 bulan ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Pencarian

Aplikasi

BOK

Dokumentasi Kegiatan

Link to Dokumentasi KegiatanLink to Dokumentasi KegiatanLink to Dokumentasi KegiatanLink to Dokumentasi KegiatanLink to Dokumentasi KegiatanLink to Dokumentasi KegiatanLink to Dokumentasi KegiatanLink to Dokumentasi KegiatanLink to Dokumentasi KegiatanLink to Dokumentasi Kegiatan

Referensi

Jumlah Pengunjung

Ganti ke versi mobile